Umum

PBAK Fakultas Syariah 2026, Dekan Ajak Mahasiswa Baru Bangun Masa Depan dengan Ilmu, Integritas, dan Prestasi

01 Sep 2026
Oleh: Admin
309 Tayangan
PBAK Fakultas Syariah 2026, Dekan Ajak Mahasiswa Baru Bangun Masa Depan dengan Ilmu, Integritas, dan Prestasi

Jember (Fasya Media) — Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember membuka kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Tahun 2026, Selasa (1/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Fakultas Syariah tersebut diikuti oleh 261 mahasiswa baru dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Syariah.

Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Dr. Wildani Hefni, M.A., menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru sekaligus mengajak mereka untuk menjadikan momentum PBAK sebagai awal perjalanan untuk membangun masa depan melalui tradisi akademik, karakter, integritas, dan prestasi.

“Selamat datang di Fakultas Syariah. Hari ini kalian tidak sekadar diterima di sebuah program studi. Kalian sedang memasuki sebuah komunitas akademik yang memiliki tradisi keilmuan, nilai-nilai keislaman, serta tanggung jawab sosial. Karena itu, banggalah menjadi bagian dari Fakultas Syariah, tetapi buktikan kebanggaan itu melalui karya dan prestasi,” ujar Wildani.

Wildani menegaskan bahwa memasuki perguruan tinggi merupakan momentum perubahan identitas dari siswa menjadi mahasiswa. Perubahan tersebut harus diikuti oleh perubahan dalam cara berpikir, cara belajar, dan cara bertanggung jawab terhadap pilihan akademik.

“Ketika menjadi siswa, mungkin kalian terbiasa menunggu arahan guru. Ketika menjadi mahasiswa, kalian harus mulai belajar mandiri. Mahasiswa harus berani membaca, bertanya, berpikir kritis, membangun argumentasi, dan mempertanggungjawabkan pendapatnya. Jangan hanya menunggu dosen memberikan instruksi,” pesannya.

Menurut Wildani, kehidupan perkuliahan juga tidak boleh direduksi hanya menjadi usaha mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). IPK tetap penting sebagai indikator capaian akademik, tetapi masa depan mahasiswa akan sangat ditentukan oleh berbagai kemampuan yang mereka bangun selama menjalani pendidikan.

“IPK penting, tetapi kemampuan membaca, menulis, berbicara, berargumentasi, melakukan riset, berbahasa asing, berorganisasi, membangun jejaring, serta menjaga integritas akan jauh lebih menentukan perjalanan kalian setelah lulus,” tegasnya.

Dekan juga meminta mahasiswa baru untuk membangun budaya akademik yang sehat di lingkungan Fakultas Syariah. Mahasiswa perlu membiasakan diri membaca buku dan jurnal, berdiskusi, menulis, menguji argumentasi, serta menghargai perbedaan pendapat.

Wildani Hefni mengatakan bahwa Fakultas Syariah memiliki kekhasan berupa integrasi antara nilai-nilai keislaman dan ilmu hukum. Mahasiswa tidak cukup memahami hukum semata-mata sebagai kumpulan pasal, peraturan, putusan pengadilan, maupun ketentuan fikih. Mahasiswa juga harus memahami dimensi keadilan, kemanusiaan, kemaslahatan, dan perlindungan martabat manusia dalam setiap kajian hukum.

“Belajar hukum bukan hanya belajar tentang apa yang boleh dan tidak boleh. Hukum harus menghadirkan keadilan. Syariah harus menghadirkan kemaslahatan. Ilmu yang kalian pelajari pada akhirnya harus memberi manfaat kepada manusia dan menjaga martabat manusia,” ungkapnya.

Wildani juga mendorong mahasiswa baru agar mulai menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris sejak semester pertama. Penguasaan bahasa asing akan membuka akses mahasiswa terhadap literatur akademik global, kesempatan pertukaran mahasiswa, konferensi internasional, beasiswa, serta peluang karier yang semakin kompetitif.

“Jangan menunggu semester akhir untuk belajar bahasa Inggris atau bahasa Arab. Mulailah dari semester pertama. Dunia akademik hari ini tidak lagi memiliki batas yang sempit. Banyak peluang akan terbuka ketika kalian memiliki kemampuan bahasa,” katanya.

Mahasiswa baru juga diminta untuk tidak menunggu kelulusan sebelum memikirkan masa depan. Setiap mahasiswa perlu mulai membangun portofolio akademik dan nonakademik sejak semester pertama. Menurutnya, mahasiswa dapat mengikuti kompetisi, konferensi, penelitian bersama dosen, program pengabdian kepada masyarakat, magang, publikasi ilmiah, sertifikasi kompetensi, serta berbagai kegiatan di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

“Empat tahun kuliah akan berlalu sangat cepat. Jangan sampai ketika semester delapan baru bertanya, ‘Setelah lulus saya mau menjadi apa?’ Pertanyaan tentang masa depan harus kalian mulai jawab sejak hari pertama menjadi mahasiswa. Bangun portofolio mulai sekarang,” pesannya.

Wildani juga mempersilakan mahasiswa untuk aktif dalam berbagai organisasi dan komunitas kemahasiswaan seperti Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), komunitas debat, moot court, penelitian, pengabdian, olahraga, seni, serta berbagai kegiatan pengembangan diri lainnya. Aktivitas organisasi, menurutnya, dapat menjadi laboratorium kepemimpinan dan kehidupan sosial mahasiswa. Aktivitas tersebut harus tetap berjalan seimbang dengan kewajiban akademik.

Dekan juga menyampaikan pesan emosional agar mahasiswa baru selalu mengingat keluarga dan orang tua yang telah berjuang mengantarkan mereka hingga ke perguruan tinggi. Menurutnya, setiap mahasiswa datang ke kampus dengan latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Ada orang tua yang harus bekerja lebih keras, menunda berbagai kebutuhan, bahkan melakukan berbagai pengorbanan agar anaknya dapat melanjutkan pendidikan tinggi.

“Ketika suatu hari kalian merasa malas masuk kuliah, malas membaca, atau ingin menyerah, ingat kembali wajah orang tua kalian. Tidak sedikit orang tua yang mengorbankan banyak hal agar anaknya bisa duduk di bangku perguruan tinggi. Jangan sia-siakan pengorbanan itu,” katanya.

Wildani meminta mahasiswa agar tidak menjadikan kondisi keluarga atau latar belakang kehidupan sebagai batas dalam menentukan masa depan.

“Your background does not determine your destination. Latar belakang kalian tidak menentukan seberapa jauh kalian dapat melangkah. Masa depan lebih banyak ditentukan oleh apa yang kalian kerjakan mulai hari ini,” ujarnya disambut antusias mahasiswa baru.

Wildani berharap 261 mahasiswa baru Fakultas Syariah memiliki mimpi besar tentang masa depan. Fakultas Syariah harus menjadi ruang lahirnya generasi yang memiliki kemampuan profesional, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap masyarakat. Ia mengatakan lulusan Fakultas Syariah memiliki peluang untuk berkiprah sebagai hakim, advokat, jaksa, penghulu, mediator, akademisi, peneliti, birokrat, entrepreneur, pemimpin publik, praktisi hukum, serta berbagai profesi baru yang berkembang seiring transformasi teknologi dan perubahan masyarakat.

“Kalian mungkin hari ini datang ke Fakultas Syariah dengan satu gambaran tentang masa depan. Empat tahun lagi, dunia bisa berubah. Bahkan akan lahir pekerjaan-pekerjaan baru yang hari ini belum kalian bayangkan. Karena itu, tugas kalian bukan hanya mempersiapkan diri untuk satu pekerjaan, tetapi membangun kapasitas agar mampu menghadapi berbagai perubahan,” jelasnya.

Pada akhir sambutannya, Wildani mengajak mahasiswa menjadikan Fakultas Syariah sebagai tempat menanam berbagai nilai yang akan menentukan kehidupan mereka pada masa mendatang. “Saya ingin Fakultas Syariah menjadi tempat kalian menanam. Tanamlah pengetahuan. Tanamlah kedisiplinan. Tanamlah persahabatan. Tanamlah keberanian. Tanamlah integritas. Tanamlah prestasi. Apa yang kalian tanam selama menjadi mahasiswa, insyaallah akan kalian panen pada masa depan,” tuturnya.

Ia kemudian menutup pesannya dengan mengajak mahasiswa untuk memberikan makna yang lebih besar bagi pendidikan tinggi.

“Do not come to university only to get a degree. Come here to build a future, to build character, and to build something that matters. Jangan datang ke perguruan tinggi hanya untuk memperoleh gelar. Datanglah untuk membangun masa depan, membangun karakter, dan menghasilkan sesuatu yang bermakna.”

Pembukaan PBAK Fakultas Syariah tahun 2026 tersebut menjadi awal rangkaian pengenalan kehidupan akademik dan kemahasiswaan bagi 261 mahasiswa baru. Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah berharap mahasiswa dapat memahami budaya akademik, nilai kelembagaan, etika kemahasiswaan, serta berbagai peluang pengembangan diri yang dapat mereka manfaatkan selama menempuh pendidikan di UIN KHAS Jember.

 

Bagikan: