Banyuwangi, Fasya Media — Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar kegiatan Implementasi Kebijakan Akreditasi Terbaru Menuju Akreditasi Unggul di Bukit Langit Campventure, Banyuwangi, pada 18–20 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi forum konsolidasi Fakultas Syariah dalam menyiapkan program studi menghadapi perubahan kebijakan akreditasi, memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), serta meningkatkan rekognisi dan reputasi kelembagaan di tingkat nasional maupun internasional. Forum diikuti pimpinan Fakultas Syariah, ketua dan sekretaris jurusan, para ketua program studi, ketua pusat studi, serta tim Fasya Media.
Wakil Rektor Bidang Akademik UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., mengapresiasi kekuatan budaya kekeluargaan yang terbangun di Fakultas Syariah. Ia menilai soliditas kelembagaan menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan program, terutama di tengah proses transisi kepemimpinan.
“Fakultas Syariah memiliki kehangatan dan kultur kekeluargaan yang baik. Ini menjadi modal penting bagi fakultas untuk tetap menjalankan berbagai agenda pengembangan, termasuk di tengah proses transisi kepemimpinan,” ujar Prof Amal.
Prof Amal menegaskan bahwa Fakultas Syariah perlu tetap memastikan keterlaksanaan program dalam RKAKL, redesain kurikulum OBE, serta kesiapan menghadapi akreditasi nasional maupun internasional. Implementasi OBE, menurutnya, tidak cukup berhenti pada penyusunan dokumen kurikulum, tetapi harus diikuti dengan pengukuran ketercapaian capaian pembelajaran secara terstruktur dan berkelanjutan.
“Redesain kurikulum berbasis OBE harus benar-benar diikuti dengan pengukuran ketercapaian. Kita tidak hanya menyusun dokumen kurikulum, tetapi juga harus memastikan bahwa capaian pembelajaran dapat diukur dan dibuktikan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan tantangan pengembangan program studi, termasuk penguatan tata kelola program studi di luar kampus utama apabila dikembangkan ke depan. Fakultas Syariah diharapkan terus memperluas rekognisi dosen, kerja sama, mobilitas akademik, serta reputasi kelembagaan pada level nasional dan internasional.
“Rekognisi dan reputasi nasional maupun internasional harus terus kita tingkatkan. Program studi perlu didorong agar semakin adaptif, memiliki jejaring yang luas, dan mampu menghadapi tantangan pengembangan pendidikan tinggi ke depan,” tambahnya.
Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Dr. Wildani Hefni, M.A., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan reakreditasi program studi sekaligus respons terhadap perubahan instrumen dan mekanisme akreditasi pendidikan tinggi.
“Topik ini sangat penting untuk persiapan reakreditasi di Fakultas Syariah. Perubahan instrumen akreditasi menuntut kita untuk lebih tertib dalam pengelolaan data, capaian akademik, dan sistem penjaminan mutu,” ungkap Wildan.
Perubahan tersebut semakin relevan dengan diberlakukannya IAPS 5.1 oleh BAN-PT serta kebijakan penjaminan mutu terbaru yang semakin menekankan budaya mutu, capaian kinerja, dan keterhubungan data dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), bukan sekadar kelengkapan administratif. IAPS 5.1 ditetapkan melalui Peraturan BAN-PT Nomor 36 Tahun 2025, sementara regulasi penjaminan mutu terbaru juga diperkuat melalui Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 sebagai perubahan atas Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.
Mas Dekan menyampaikan bahwa Fakultas Syariah telah memiliki modal kelembagaan yang kuat. Empat program studi keagamaan, yakni Hukum Keluarga, Hukum Ekonomi Syariah, Hukum Pidana Islam, dan Hukum Tata Negara, telah meraih akreditasi Unggul sejak 2024. Fakultas Syariah juga telah membuka Program Studi Hukum Bisnis yang memperoleh status terakreditasi dan mulai menerima mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027.
Dekan juga melaporkan penguatan sumber daya manusia Fakultas Syariah yang saat ini mencakup 9 guru besar, 12 lektor kepala, 16 lektor, 28 dosen berkualifikasi doktor, dan 24 dosen berkualifikasi magister. Peningkatan kapasitas SDM tersebut diharapkan menjadi fondasi penting untuk menjaga mutu program studi sekaligus mendukung proses reakreditasi.
“Fakultas Syariah memiliki modal sumber daya manusia yang terus berkembang. Saat ini kita memiliki sembilan guru besar, dua belas lektor kepala, enam belas lektor, dua puluh delapan doktor, dan dua puluh empat magister. Capaian ini harus kita jadikan kekuatan untuk memperkuat mutu akademik dan kelembagaan,” jelas Wildan.
Wildani menambahkan bahwa Fakultas Syariah perlu memperkuat penerimaan mahasiswa baru, meningkatkan kualitas dan akreditasi jurnal hingga mencapai Sinta 2, mengembangkan program studi baru, serta mengevaluasi agenda student mobility yang belum berjalan optimal. Penguatan tersebut menjadi bagian dari agenda pengembangan Fakultas Syariah agar capaian akreditasi tidak berhenti sebagai status administratif, tetapi benar-benar tercermin dalam kualitas akademik dan reputasi institusi.
“Program studi harus terus kita dorong, termasuk dalam penerimaan mahasiswa baru. Jurnal-jurnal di Fakultas Syariah juga harus kita tingkatkan menuju Sinta 2. Agenda student mobility yang belum berjalan optimal perlu kita evaluasi agar ke depan dapat memperkuat rekognisi Fakultas Syariah,” katanya.
Perubahan ekosistem akreditasi juga ditandai dengan hadirnya Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA) yang resmi diluncurkan pada September 2026. Cakupan LAMGAMA antara lain meliputi Program Studi Hukum Keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syariah, Hukum Pidana Islam, dan Hukum Tata Negara.
“Akreditasi tidak boleh berhenti pada status administratif. Predikat Unggul harus benar-benar tercermin dalam kualitas pembelajaran, sumber daya manusia, publikasi ilmiah, rekognisi, layanan akademik, dan reputasi institusi,” tegas Wildani.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN KHAS Jember berharap seluruh unit memiliki pemahaman yang sama terhadap kebijakan akreditasi terbaru sekaligus membangun sistem penjaminan mutu yang lebih terukur, berbasis data, dan berkelanjutan. Konsolidasi tersebut diarahkan untuk mempertahankan capaian Unggul sekaligus memperkuat daya saing Fakultas Syariah di tingkat nasional dan internasional.
Kontributor Fasya Media