Banyuwangi (Fasya Media) - Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember terus memperkuat budaya mutu dan tata kelola kelembagaan. Tahun ini, tujuh dosen Fakultas Syariah dinyatakan lulus sebagai Auditor Mutu Internal (AMI) baru, sementara satu auditor lainnya mengikuti program refreshment atau penyegaran kompetensi.
Kelulusan tersebut diperoleh setelah para dosen mengikuti Rekrutmen dan Refreshment Auditor Mutu Internal Tahun 2026 yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN KHAS Jember bekerja sama dengan Best-Q Institute.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 6–8 Agustus 2026, di Grand Harvest Resort & Villas, Banyuwangi. Program ini menjadi bagian dari upaya LPM UIN KHAS Jember memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), sekaligus meningkatkan kapasitas auditor yang akan terlibat dalam pelaksanaan audit mutu di lingkungan universitas.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan sejumlah materi terkait sistem penjaminan mutu dan pelaksanaan audit internal. Peserta juga mengikuti simulasi audit yang mempertemukan peran auditor dan auditee. Seluruh rangkaian diakhiri dengan evaluasi dan post-test sebagai bagian dari penilaian kompetensi calon auditor.
Hasil evaluasi diumumkan pada 18 Agustus 2026. Tujuh dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember dinyatakan lulus sebagai auditor mutu internal baru. Mereka adalah Dr. H. Martoyo, S.H.I., M.H.; Moh. Syifa'ul Hisan, S.E.I., M.S.I.; Moh. Ali Syaifuddin Zuhri, S.E.I., M.M.; Anjar Aprilia Kristanti, M.Pd.; St. Sariroh, M.H.; Dwi Hastuti, M.P.A.; dan Dr. Basuki Kurniawan, M.H.
Selain tujuh auditor baru tersebut, Siti Muslifah, M.S.I. mengikuti seluruh rangkaian refreshment auditor. Program penyegaran ini ditujukan untuk memperbarui pemahaman dan keterampilan audit karena yang bersangkutan telah tersertifikasi sebagai Auditor Mutu Internal pada periode sebelumnya.
Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Martoyo, bersyukur atas kelulusan tersebut. Menurutnya, kompetensi audit mutu menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola fakultas yang akuntabel dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
“Tanpa mengetahui dan menguasai ilmu tentang audit mutu, rasanya sangat berat untuk ikut melakukan tata kelola fakultas yang akuntabel dan berorientasi mutu. Itu sebabnya saya tergerak ikut mendaftar sebagai auditor, dan alhamdulillah dinyatakan lolos,” ujar Pak Wadek.
Menurutnya, auditor tidak sebatas menjalankan proses pemeriksaan, tetapi memiliki posisi strategis dalam memastikan setiap proses akademik dan tata kelola berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Hasil audit juga menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan secara terukur dan berkelanjutan.
Bertambahnya tujuh auditor baru serta diperbaruinya kompetensi auditor yang telah tersertifikasi semakin memperkuat sumber daya penjaminan mutu di Fakultas Syariah UIN KHAS Jember. Penguatan tersebut diharapkan mendukung pelaksanaan Audit Mutu Internal, evaluasi akademik, pengembangan SPMI, serta berbagai agenda akreditasi Fakultas Syariah ke depan.
Kontributor Fasya Media