Usung Tema Eco-Maqasid, Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Sukses Gelar Konferensi Internasional Tahun 2025
Jember, - Fasya Media – Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember sukses menyelenggarakan The 2nd Annual International Conference of Sharia and Human Rights pada Kamis, 28 Agustus 2025. Tahun ini konferensi internasional tersebut mengangkat tema besar “Eko-Maqhasid", sebuah gagasan yang menghubungkan nilai-nilai spiritual dan keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Konferensi menghadirkan empat narasumber multinasional, yakni Prof. Jasser Auda (President of Maqasid Institute), Dr. Zaimatus Sa’diyah (Dosen Radboud University Netherland), Dr. Aly Abdel Moien (Eksekutif Direktur Maqasid Institute), Dr. Martoyo, M.H. (Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember), serta Dr. Addiar Rahman (Deputy Executive Director of Maqasid Institute).
Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya konferensi ini. “Tema ekoteologi dipilih karena kami percaya bahwa tantangan lingkungan hidup tidak bisa dilepaskan dari dimensi spiritualitas manusia. Melalui konferensi ini, kita berusaha membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah dan amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Dr. Addiar Rahman menekankan pentingnya proses tazkiyah atau penyucian jiwa. Menurutnya, jika jiwa manusia telah tertazkiyah, maka lingkungan sekitarnya juga akan ikut bersih dan tertata. “Perbaikan lingkungan sejatinya bermula dari perbaikan jiwa. Karena itu, tazkiyah adalah pintu masuk menuju ekoteologi yang berkeadilan,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Aly Abdel Moien mengingatkan bahwa konflik dan bencana ekologi saat ini merupakan dampak dari keegoisan manusia dalam mengejar kepentingan individual maupun kelompok. Ia menekankan dua nilai penting yang harus ditanamkan dalam setiap kebijakan: pertama, segala perbuatan manusia akan kembali kepadanya; kedua, manusia memiliki daya dan tanggung jawab atas apa yang dilakukan. “Kedua nilai ini saling terkait dan harus menjadi fondasi dalam membangun paradigma ekoteologi,” jelasnya.
Konferensi internasional ini menjadi wadah pertukaran gagasan, diskusi akademik, sekaligus refleksi spiritual tentang pentingnya peran syariah dan hak asasi manusia dalam merespons krisis lingkungan global. Fakultas Syariah berharap, hasil dari forum ini tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi keberlanjutan kehidupan di masa depan.
Kontributor : Fasya Media




